Selasa, 09 September 2014
Rabu, 03 September 2014
Kediri, 6 Kecamatan Tidak Terdanai PNPM Intergrasi
![]() |
| Pimpinan MAK Kab Kediri |
Kediri (RBM), Setelah melalui Ptoses yang panjang, MAK (Musyawarah Antar Kecamatan) di gelar dipendopo kab. Kediri, MAK merupakan forum tertinggi ditingkat kabupaten untuk memutuskan usulan yang didanai melalui BLM PNPM MP Integrasi SPP-SPPN.
Sabtu, 30 Agustus 2014 pelaksanaan MAK menjadi tonggak pembangunan di kabupaten kediri dalam hal perencanaan yang benar-benar integrasi, sebab model yang dipakai berubah. Perubahan yang dilakukan dalam PTO integrasi adalah penentuan rangking dalam prioritas usulan Kabupaten.
Integrasi dalam PNPM MPd SPP-SPPN, adalah penggabungan sistem perencanaan yang berbasis, Partisipasif, Birokratis dan Politis., dalam sambutan yang disampaikan oleh kepala BPMPD Kab. Kediri, H. Satirin, SPd. menjelaskan kepada peserta MAK yang hadir dari utusan masing-masing kecamatan 6 orang. terdiri dari BKAD, PJOK, TPK, 3 Orang Perempuan.
Satirin, menghimbau kepada peserta MAK agar menjaga tradisi yang baik dalam sistem perencanaan yang partisipatif. sebab kita mengetahui PNPM MP ini adalah satu-satunya program kebijakan yang nyata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik yang bersifat Penguatan skill, Infrastruktur maupun usaha atau SPP, khusus SPP yang begitu besar ini harus kita kawal dengan maksimal. serta saya sangat serius dalam mengawal ini, Ujar Satirin.
Selanjutnya karena cara menentukan peringkat prioritas tidak sama dengan MAK sebelumnya, maka desa desa atau kecamatan yang tidak terdanai harus legowo, karena yang menentukan ini adalah sudah melalui proses dan prosedur yang sesuai yaitu dari Tim Rekomendasi, tim rekom ini sangat independent, saya saja tidak tahu usulan mana-mana yang dapat dan yang tidak., tegas satirin.
Proses MAK yang dipimpin oleh utusan peserta dari Ringinrejo Awan sultoni Ketua dan Badri dari Tarokan sebagai sekretaris sidang. dengan lugas dan tegas Sultoni, memimpin pembacaan tatib MAK, diantarnya tatib yang krusial tentang penentuan prioritas, yang dimiliki Tim Rekomendasi berdasarkan kreteria penilaian usulan 1. Lebih bermanfaat bagi RTM, 2. bermanfaat untuk penegembangan kawasan, 3. Memiliki daya ungkit yang tinggi dalam pengentasan kemiskinan, 4. Berdampak langsung dalam peningkatan kesejahteraan, 5. dapat dikerjakan oleh masyarakat sampai
Desember 2014, 6. Didukung oleh sumberdaya yang ada, 7. memiliki potensi untuk berkembang dan berkelanjutan, 8. mendukung kualitas lingkungan hidup dengan tidak merusak lingkungan hidup, dan 9. sesuai dengan Visi Misi Bupati kediri.
![]() |
| Peserta MAK |
Seusai tatib MAK diputuskan, dibacakan perangkingan prioritas usulan yang terdiri dari 72 usulan yang ada dari 26 Kecamatan, Kecamatan Ngadiluwih desa Dukuh mendapat rangking satu, hingga rangkin 72 usulan. sesuai aturan mulai ranking 1 hingga habis dana yang ada yang mendapat pembiayaan dari total dana 4.25 milyar., hanya 19 usulan yang mampu dibiayai dari BLM PNPM MP yang terdanai, 1 usulan mendapat pembiayaan dari dinas PU karena sama dan sesuai plainingnya, 52 usulan sisa yang tdak terdanai tetap menjadi usulan dan dimasukkan dalam renja kabupaten. 6 kecamatan tdak mendapat pembiayaan BLM integrasi adalah: Kecamatan Semen, Mojo, Puncu, Gampengrejo, Grogol dan Gurah. MAK di Akhiri Dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan utusan kecamatan., ( Sis.K. & inh)
Tabel: 19 Usulan Terdanai PNPM Integrasi SPP-SPPN Kab. Kediri
| No | Desa | Kecamatan | ALOKASI BLM |
| 1 | Dukuh | Ngadiluwih | Rp. 403.325.450 |
| 2 | Sukoharjo | Plemahan | Rp. 170.363.000 |
| 3 | Papar | Papar | Rp. 270.754.000 |
| 4 | Sumberagung | Wates | Rp. 167.910.000 |
| 5 | Canggu | Badas | Rp. 175.938.800 |
| 6 | Tanjung | Pagu | Rp. 301.395.200 |
| 7 | Tugu-Belor-Klepek | Purwoasri | Rp. 110.302.000 |
| 8 | sumberagung | Plosoklaten | Rp. 331.037.000 |
| 9 | Seloono | Ringinrejo | Rp. 232.565.000 |
| 10 | Jambu | Kayen Kidul | Rp. 138.094.000 |
| 11 | Tulungrejo-Bringin | Pare | Rp. 127.462.000 |
| 12 | Karangrejo | Ngasem | Rp. 333.557.000 |
| 13 | Sempu | Ngancar | Rp. 295.373.400 |
| 14 | Krenceng | Kepung | Rp. 165.791.500 |
| 15 | Jatirejo | Banyakan | Rp. 133.914.300 |
| 16 | Mojosari | Kras | Rp. 95.122.250 |
| 17 | Sumberjo | Kandat | Rp. 128.988.500 |
| 18 | Kapas | Kunjang | Rp. 204.079.900 |
| 19 | Kaliboto | Tarokan | Rp. 464.026.100 |
PNPM Kandat, MAD Khusus Potongan Dana 11,8
Kediri (RBM), Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat
yang melakukan pengamanan fiscal Tahun 2014, dengan melakukan Potongan dana
ditiap kementerian, termasuk kementerian dalam negeri dalam ini satker PMD PNPM Mandiri Perdesaan.
Potongan yang urusan bersama sebesar 11.8% yang disampaikan melalui Surat
Kementerian dalam negeri pada tanggal 11 Juli 2014 dan ditindak lanjuti dengan
surat tanggal 22 Juli tahun 2014 Dengan Nomor 402/1027/PNPM/II/2014 Tentang
pengendalian pelaksanaan PNPM MP Tahun 2014, tentang langkah-langkah yang dapat
diambil dalam implementasi kegiatan dilapangan, dengan skema kegiatan
dilapangan sesuai dengan potongan 11.8%,
![]() |
| MAD Khusus Kecamatan Kandat |
PNPM
MP kecamatan kandat menyelenggaran Musyawarah Antar Desa, guna membahas dan
menetapkan rumusan yang telah dilakukan oleh Pelaku-Pelaku PNPM mengenai skema pengurangan
DUB, MAD dilaksanakan dibalai Kecamatan Kandat, hari Rabu, Tanggal 27 Agustus
2014, yang diikuti Oleh Plt Camat, PjOK, FK/FT, BKAD, BPUK, TV, UPK, Kepala
Desa dan Utusan Masing-masing desa 6 (enam) orang
Sambutan
yang disampaikan oleh Bapak Sukemi selaku Plt Camat menegaskan, Bahwa potongan
ini memang berat bagi pelaku PNPM dan Kepala desa terkait bangunan yang sudah
disosilalisasikan dengan maksimal dan telah berjalan bahkan ada desa-desa yang
sudah mencapai pekerjaan hampir selesai, untuk diketahui bahwa potongan ini
murni dari pemerintah, bukan rekayasa dan hal-hal yang dibuat-buat oleh pihak
kecamatan atau kabupaten. Untuk itu semua yang hadir disini agar bisa menjelaskan
kepada masyarakat, tentang adanya pengurangan kegiatan ini, sebab ada
kemungkinan nanti timbul pertanyaan oleh masyarakat, loh.. Kok tidak sampek
selesai, jalannya kok kurang tidak sampek ujung?. Nah pertanyaan-pertanyaan itu
bisa timbul di tengah masyarakat, maka semua yang hadir ini dalam MAD Khusus
ini, agar mampu menjelaskan terkait kekurangan pekerjaan tersebut, tutur
Sukemi.
MAD
Khusus dipimpin Langsung oleh ketua BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa), Agus
Susanto. Penjelasan-penjelasan terkait perihal potongan dana DUB dibacakan satu
persatu terkait surat Potongan Tanggal 11 Juli 2014 dan Surat Tanggal 22 Juli
2014. Dengan lugas Agus susanto menyampaikan perihal alasan-alasan yang ada
didala surat dan kemudian disampaikan hasil perhitungan dari skema Pemotongan,
antara lain pengurangan Volume dan Pengurangan BOP UPK. Setelah melaui
perdebatan dan pertanyaan dan tukar fikiran yang aktif dan arif., akhir dari
keputusan disepakati meski hasil potongan dana dalam prosentase antar desa
tidak merata, Hasil-hasil ini yang kita putuskan bersama apakah disetui? Forum
menjawab (setujuuuu). Kemudian hasil ini akan dituangkan dalam SPC P (Surat
Penetapan Camat Perubahan), sebagai dasar melanjutkan kegiatan PNPM dikecamatan
Kandat ini pungkas Agus..
Tabel;
SPC Perubahan
No.
|
Desa
|
(Rp)
BLM SPC AWAL
|
(Rp)
BLM SPC PERUBAHAN
|
%
Potongan
|
01.
|
Ds. Selosari s/d Ds. Ngletih
|
295.700.500,00
|
268.095.000,00
|
9,3%
|
02.
|
Ds. Kandat s/d Ds. Karangrejo
|
167.252.000,00
|
148.967.000,00
|
10,9%
|
03.
|
Ds. Purworejo
|
56.667.000,00
|
49.987.500,00
|
11,8%
|
04.
|
Ds. Blabak
|
55.141.000,00
|
47.846.500,00
|
13,2%
|
05.
|
Ds. Pule
|
109.931.000,00
|
96.960.500,00
|
11,8%
|
06.
|
Ds. Ngreco
|
60.565.000,00
|
57.328.000,00
|
5,3%
|
07.
|
Ds. Tegalan
|
72.639.000,00
|
63.005.500,00
|
13,3%
|
08.
|
Ds. Cendono
|
97.705.000,00
|
86.170.500,00
|
11,8%
|
09.
|
Ds.
Ringinsari
|
57.365.700,00
|
50.605.900,00
|
11,8%
|
10.
|
Ds. Sumberjo
|
119.543.800,00
|
106.200.300,00
|
11,2%
|
Jumlah
|
1.150.000.000,00
|
1.021.085.000,00
|
11,8%
|
|
(tabel, diolah dari Sumber FK-FT) Kandat
Di
ujung acara sebelum acara MAD khusus di tutup Agus Susanto menegaskan bahwa
setiap hal atau masalah yang ada jika dirembug dengan bersama, maka akan ada
jalan keluar yang baik atau setiap ada kesulitan pasti ada jalan keluar.
(Sis.S. & Inh)
Jumat, 22 Agustus 2014
SANG BAGAWANTA BARI
Kediri (RBM). Monumen di Simpang Tiga itu
tetap berdiri dengan anggunnya. Hitam kelabu ke kuning-kuningan memantulkan
cahaya perak keemasan dikala matahari menerpanya, namun ada kalanya cahaya itu
redup tapi tidak mampu menghalangi sosok wajah tua yang memancarkan “Daya
Pangaribawa” angker diantara tumpukan batu SERINJING yang berlumutan dikelit
mata rantai di selingkarnya.
Itulah
wujud monumen sosok “ BHAGAWANTA BARI ”
sebagai lambang kekuatan sejarah pada jamannya dan sebagai simbol kearifan
budaya lokal yang penuh dengan misteri dan perlu dikaji peran, pesan serta
pagan (kekuatan) nya.
Perjalanan
sosok sang BHAGAWANTA BARI bagai
mentari yang melintas bumi, dia terbit dan diterbitkan bagai surya membuka
cakrawala pagi, kemudian secara perlahan telah menapakkan serta meniti sambil
memberi kehangatan hidup.
Sang BAGAWANTA BARI, dia terus mendaki sampai di titik kulminasi sebagai
punggawa ataupun abdi dalem keraton mataram hindu yang dalam kesetiaan akan
panggilan hidup mampu menorehkan simbol kearifan budaya lokal.
Harus
di akui bahwa perjuangan dalam menempuh apa yang telah “disanggeminya” dalam
kedudukan dia sebagai Sang Bhagawan / Sang Guru atau “Rsi” sangat teguh dan
tegar. Ia pemimpin yang mengajarkan, ia berbuat serta meneladani dan memberikan
semangat untuk menjadi kuat. Dan sayangnya, kemudian kita terlelap dalam buaian
budaya manca yang semakin mengikis tatanan tradisional yang dalam kenyataan nya
banyak menyandang nilai – nilai luhur.
Dan
waktupun terus bergulir, setelah mencapai puncak karyanya, kemudian alampun
menghantarkan perlahan untuk hidup menuju senja dengan kedamaiannya.
Namun
puncak karyanya tak akan redup oleh sejarah dan jaman walau hari ini telah
mencapai usia 1210 tahun, nama itu masih dikenang. Saluran dan tanggul Harinjing tetap berdiri dengan kokohnya
sejak tonggak sejarah dipancang di hari ke Sebelas Suklapasa bulan Caitra tahun
726 saka ( Tanggal 25 Maret Tahun 804 M ) menjadi tengara awalnya Kediri Purba.
Sosok
BHAGAWANTA BARI adalah sosok manusia
yang memiliki jiwa patriotisme dan gotong royong yang tinggi serta kearifan
budaya.
Tiga hal itulah
yang tercermin dan mudah dipahami serta dikenali sampai saat ini.
1.
Jiwa patriot :
Secara etimologis, patriotisme berasal
dari kata “patria” yang berarti bapak
dan “isme” yang berarti paham.
Kata bapak disini dapat berarti suatu
paham dimana dan darimana dia dilahirkan yang bermuara suatu paham mencintai
akan pembelaan dimana dia dilahirkan dan mengembalikan sesuatu yang asasi dia
kembalikan dimana dia dihidupi.
2.
Gotong royong :
Gotong
royong atau dapat disebut bekerja bersama-sama adalah merupakan nilai yang
berakar dari budaya jawa. Nilai itu semula merupakan kehidupan bernuansa arakat
dalam menerobos, memecahkan serta mengatasi problem dan atau benturan-benturan
permasalahan ketika timbul di masyarakat
Dalam
budaya yang bertambah kegiatan tersebut pada dasarnya mengemukakan solidaritas
kehidupan dipedesaan gotong royong merupakan nilai dasar yang dapat menciptakan
jaringan sosial yang berfungsi untuk memecahkan persoalan sehari-hari yang
dihadapi.
3.
Kearifan budaya
Kerifan
budaya lokal jawa lahir, tambah dan hidup berkembang sepanjang perjalanan
sejauh jawa itu sendiri. Budaya jawa terwujud dalam berbagai bentuk
representasi baik berupa Gagasan,
pemikiran, ajaran-ajaran moral/spiritual, ajaran filsafat maupun gagasan
dan konsep kepemimpinan serta bermasyarakat.
Dari cakupan 3 (tiga)
hal tersebut itulah maka peran yang dijalankan, pesan yang ditinggalkan serta
pagan atau kekuatan yang ditunjukkan tetap membekas sampai kini. Tak ubahnya PNPM “ Mandiri Perdesaan “, bendera itu
telah dikibarkan dan sudahkah lambaian ujungnya menyentuh kehidupan masyarakat?
:
·
Apakah masyarakat cukup memandang
dari jauh dan kemudian menaruh rasa hormat sambil berdiri dalam benturan para
pengambil kebijakan ?
·
Ataukah masyarakat harus
berperilaku menjadi pemeran yang baik dari Sang Sutradara ?
Entahlah apapun nama sebutan dan istilahnya yang
miring dan serta bertumbuh dalam sebuah peradaban yang tak terbendung, tetapi “
Sang Bhagawanta Bari “ masih menggenggam
sebaris ungkapan dan seolah menyampaikannya “ NISCAYA KEMANDIRIAN ITU SEGERA TERWUJUD. UNGKAPLAH PESAN BUDAYA YANG
ADI LUHUNG YANG DAPAT MEMBERI SEMANGAT YANG SELAMA INI SELALU BERDIRI DIBALIK
KELIR DALAM WIRACARITA “. oleh: Ki
Juru Martani
Rabu, 13 Agustus 2014
EFESIENSI, DANA PNPM MPd 2014 DIPOTONG 11,8 %
Kediri (RBM). Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan
SBY, untuk mengamankan Fiskal APBN dengan cara melakukan penghematan anggaran dari
program-program dan kegiatan yang
telah direncanakan dalam APBN tahun 2014. Melihat kondisi fiskal
APBN yang mengalami penurunan penerimaan (pendapatan negara) maka pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengampil pil Pahit yang harus ditelan oleh
masyarakat dengan pemotongan anggaran di kementerian, termasuk PMD
Depdagri, sebanyak 11,8 % di dalam
Program PNPM tahun 2014.
Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan SBY, untuk mengamankan Fiskal APBN dengan cara melakukan penghematan anggaran dari program-program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBN tahun 2014. Melihat kondisi fiskal APBN yang mengalami penurunan penerimaan (pendapatan negara) maka pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengampil pil Pahit yang harus ditelan oleh masyarakat dengan pemotongan anggaran di kementerian, termasuk PMD Depdagri, sebanyak 11,8 % di dalam Program PNPM tahun 2014.
Pelaku PNPM MP yang telah menjalankan
rutinitas tahapan untuk pemberdayaan, masyarakat sangat terkejut saat menerima informasi potongan dana BLM PNPM
sebesar 11,8 tersebut, sebagaimana surat Kementerian Dalam Negeri Nomor;
009/5383/PMD. Perihal;
Pemotongan DUB PNPM Mandiri, yang meliputi 3 Hal; Pertama, Untuk Pemenuhan
Kebijakan Penghematan dan Pemotongan dimaksud, Satuan Kerja Urusan Bersama PNPM
MPd Kabupaten diminta melakukan Self
Blocking Anggaran Dana Urusan Bersama sebesar 11,8 % dari komponen anggaran
Bantuan Langsung Masyarakat PNPM MPd dan MP3KI yang Bersumber dari APBN., Kedua, Penghematan dan Pemotongan Dana
Urusan Bersama (DUB) PNPM Mandiri Perdesaan tersebut tidak merubah komposisi
besaran Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) yang bersumber dari APBD, dan Ketiga, Pemerintah Daerah diharapkan dapat menyediakan
tambahan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) melalui APBD Perubahan sebesar
11,8%, Agar pelaksanaan Kegiatan PNPM MPd dan MP3KI dapat dilaksanakan sesuai
dengan perencanaan;
Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan SBY, untuk mengamankan Fiskal APBN dengan cara melakukan penghematan anggaran dari program-program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBN tahun 2014. Melihat kondisi fiskal APBN yang mengalami penurunan penerimaan (pendapatan negara) maka pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengampil pil Pahit yang harus ditelan oleh masyarakat dengan pemotongan anggaran di kementerian, termasuk PMD Depdagri, sebanyak 11,8 % di dalam Program PNPM tahun 2014.
Pelaku PNPM MP yang telah menjalankan
rutinitas tahapan untuk pemberdayaan, masyarakat sangat terkejut saat menerima informasi potongan dana BLM PNPM
sebesar 11,8 tersebut, sebagaimana surat Kementerian Dalam Negeri Nomor;
009/5383/PMD. Perihal;
Pemotongan DUB PNPM Mandiri, yang meliputi 3 Hal; Pertama, Untuk Pemenuhan
Kebijakan Penghematan dan Pemotongan dimaksud, Satuan Kerja Urusan Bersama PNPM
MPd Kabupaten diminta melakukan Self
Blocking Anggaran Dana Urusan Bersama sebesar 11,8 % dari komponen anggaran
Bantuan Langsung Masyarakat PNPM MPd dan MP3KI yang Bersumber dari APBN., Kedua, Penghematan dan Pemotongan Dana
Urusan Bersama (DUB) PNPM Mandiri Perdesaan tersebut tidak merubah komposisi
besaran Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) yang bersumber dari APBD, dan Ketiga, Pemerintah Daerah diharapkan dapat menyediakan
tambahan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) melalui APBD Perubahan sebesar
11,8%, Agar pelaksanaan Kegiatan PNPM MPd dan MP3KI dapat dilaksanakan sesuai
dengan perencanaan;
Berdasarkan
ketentuan surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menyikapi
pemotongan dan arahan ketentuan yang ketiga, agar melakukan perubahan anggaran APBD tahun 2014,
namun kabar yang ada bahwa PAPBD
Kabupaten Kediri telah
selesai dan di dok DPRD, Alias terlambat surat ini turun agar PNPM MPd mendapatkan Tambahan
DDUB sebesar potongan, agar
Perencanaan kegiatan yang telah direncanakan sejak tahun 2013 bisa berjalan
sebagaimana yang diRAB dan Desain.
Namun Pil pahit harus ditelan oleh para pelaku PNPM,
sebab saat Kasi PMD; H.
Satirin, SPd., dalam penjelasan Rapat Koordinasi Bersama Stake Holder PNPM MPd yang dihadiri BPMD Kab Kediri, Camat, PJOK
Kec. Jajaran Fas Kab, FK/FT, BKAD
dan UPK, Pada Tanggal 12 Agustus 2014 di
balai serbaguna Sekartaji Kab. Kediri. Menjelaskan bahwa; kabar yang didengar terkait Potongan
Anggaran BLM DUB ini sangat pahit yang harus di terima oleh masyarakat dan
pelaku PNPM, diantaranya Informasi yang diterima oleh Kabupaten Kediri, setelah
Draff PAK APBD telah selesai didok. Dengan demikian para pelaku, khususnya Para
Fasilitator PNPM, Baik
Kabupaten maupun Kecamatan benar-benar harus bisa menfasilitasi atas pil pahit
ini.
Lebih
lanjut Kasi BPMD Kab. Kediri itu menjelaskan bahwa; kekuragan yang ada dalam
pelaksanaan PNPM MP Tahun 2014 dapat dilanjutkan pekerjaannya, dengan pendanaan
yang didapatkan melalui Bantuan Keuangan Desa, dengan demikian pekerjaan tetap
bisa 100%, dengan sedikit bersabar. skema dalam pelaksanaan teknis dilapagan agar fasilitator benar-benar bisa
mendampinggi. guna kwalitas
kegiatan tetap terjaga dan Akuntable.
Sekaligus ini adalah pemebelajaran bersama yang bisa kita ambil dalam menyikapi
hal-hal yang sulit, pasti ada jalan keluar. Setiap masalah pasti ada peneyelesaian.
Tutur Satirin.
Menjaga
kwalitas pembangunan dan dapat dipertangungjawabkan, hal tersebut membutuhkan
perhatian oleh semua pihak. Pelajaran yang dapat diambil dalam konsidi sulit
ini adalah masyarakat seharusnya juga bisa memahami terkait pembelajaran tentang Perencanaan dan
Penganggaran. Mungkin hal
baru bagi Pelaku PNPM dan masyarakat pendampingan PNPM, tentang adanya
pemotongan anggaran, sebab selama ini belum pernah. Sesungguhnya dalam
hal penghematan itu wajar dalam sistem
penganggaran. Pelaku PNPM menjaga
kwalitas telah teruji selama ini dalam proses perencanaan dan proses penggaran
dengan pendampingan dari fasilitator, namun untuk pemotongan anggaran, adalah sebuah hal baru yang di terima. Maka
dari itu pemebelajaran bersama yang harus di ambil adalah partisipasi masyarakat dalam
keterlibatan sistem penganggaran yang partisipatif dengan
memperhatikan kebijakan alternatif, istilah yang sering dipakai oleh
fasilitator berfikir kesamping.
Agar kwalitas terjaga dan bisa
dipertangjawabkan maka sebagaimana surat
Kementerian dalam negeri, Dirjen PMD no: 402/1027/PNPM-MP/II/2014, pada
tanggal 22 juli 2014, tentang Pengendalian Pelaksanaan PNPM MPd 2014. pada ayat
1. poin 2. yaitu: a). Merubah SPC dengan mengurangi jumlah kegiatan, b).
Mengurangi volume kegiatan dengan merubah RAB dan Desain c). Meningkatkan
swadaya masyarakat, d). Mengganti pendanaan untuk kegiatan SPP yang berasal
dari BLM dengan dana perguliran, e). Mengalokasikan dana operasional UPK yang
berasal alokasi BLM maksimal 2% untuk menutupi kekurangan anggaran. semoga para
pelaku PNPM ditingkat kecamatan bisa menghadapi terapi kejut di PNPM ini, dan
kearifan lokal (local wisdom). kalau di contohkan dalam dunia medis jika
pasien akan meninggal di lakukan terapi kejutan jantung (defibrilasi)
berharap mudah-mudahan sembuh., juga demikian PNPM, yang dikabarkan akan
berakhir, juga bisa sembuh dan dilanjutkan lagi tidak terhenti., setelah pil
pahit ini.
semoga.
(Siska
S & Iskandar)










